Malam ini, kembali mata ini belum tersentuh oleh rasa kantuk sedikit pun. Akibat dari kebiasaan seperti ini, badan baru terasa lelah bila waktu telah menunjukkan pukul 3 pagi lewat. Kebiasaan yang buruk masih saja digeluti, seharusnya di usia yang sudah mencapai kepala 3 ini harus lebih banyak menjaga stamina dan kesehatan, demi masa tua. Yah…masih sulit untuk dilepas untuk kelakuan yang satu ini. Jadi dalam sehari tubuh ini cuma cukup 2-3 jam saja beristirahat. Hmm..kurang baik untuk kesehatan memang.
Ruang kerja dan kamar tidur teman untuk sementara ini persis bersebelahan, tanpa sekat, tanpa ada dinding pemisah. Jadi kalau saya masih kelayapan di malam hari seperti ini. Pastilah teman saya itu tahu aktifitas saya saat itu. Dan seperti biasanya sebelum teman saya itu pergi ke pulau kasur, dia selalu titip pesan kepada saya agar memadamkan lampu ruangan kerja apabila saya sudah selesai beraktifitas.
Pagi harinya, dia bertanya kepada saya, “Pak, semalam tidur jam berapa ?”
“Jam 3 pagi”, timpal saya. Saya kaget, rupanya dia begitu perhatian. Mendapat perlakuan seperti itu, tentu welcome saja buat saya.
Besok malamnya, kembali saya terpekur lagi di hadapan laptop sampai menjelang subuh. Dan setelah selesai dengan pekerjaan dan segala sesuatunya, seperti biasa saya melaksanakan amanat teman saya itu yang selalu diwanti-wantinya setiap malam untuk memadamkan lampu. Pagi harinya dia kembali bertanya, “Pak, tidur jam berapa tadi malam?”. “Jam setengah 4 pagi”, jawab saya sambil tersenyum.
Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu pertanyaan itu masih dan selalu pasti dilepas oleh teman saya yang satu ini. Pertanyaan yang sama dan jawaban yang hampir persis sama pula setiap harinya. Saya pikir, duh ini orang apa ga punya pertanyaan lain gitu. Apa ga bisa dimaklumi saja kelakuan saya ini. Apa ga ada pertanyaan lain selain dari itu. Tiap hari, walaupun hanya sekedar untuk bertegur sapa saja, pasti yang ditanyakan selalu itu…itu lagi. Walaupun hanya pertanyaan sepele, tapi kalau dilakukan setiap hari malah jadi mengganggu. Saya mau tidur jam sekian…jam sekian, lha terserah saya.
“Duh…pak, saya bosan mendengar pertanyaan itu. Saya bosan menjawabnya”. Kreatif dikit napa.






